http://www.4shared.com/document/yRMX94Rj/forever_and_always.html
link tersebut buat ngedownload satu file pdf dari novel gw yang pertama yang udah tamat yaitu forever and alwayas. bisa di download kapan aja, dimana aja, free. dan bisa dibaca kapan aja, dimana aja, sama siapa saja. kalo lagi kangen sama masa-masa Lovina suka sama Yuri, atau jamanya Ayu diperebutin sama Rayan dan Ken, download aja pdfnya.
pengennya diterbitin dalam bentuk buku, insya Allah terbit. mungkin masih lama. karena sampe sekarang gw masih gak tau mau dibawa ke penerbit mana, dan yang pasti masih banyak yang harus direvisi kalo emang mau di bukuin. masih perlu banyak belajar sepertinya. hehehe. have fun!!!
Saturday, September 18, 2010
Friday, September 17, 2010
download it!!! magic of 5 stories
gw menyatukan 5 cerpen gw menjadi satu file pdf, judul dari kumpulan cerpen ini simple aja magic of 5 stories. agak males buka internet tapi pengen baca-baca cerpen gw lagi (ngarep :p)???? download aja file pdf nyaaaa. hehehe
ini link nya ----> http://www.4shared.com/document/sitU3IlO/MAGIC_OF_5_STORIES.html IT'S FREE!! iyalah gratis, wong di 4shared :)
merci!!
ini link nya ----> http://www.4shared.com/document/sitU3IlO/MAGIC_OF_5_STORIES.html IT'S FREE!! iyalah gratis, wong di 4shared :)
merci!!
Thursday, September 16, 2010
dream oohh dreaam
bermimpi boleh doong. mimpi itu membuat kita semangat untuk tetap survive dalam hidup. mimpi dan impian menurut gw sama aja. mimpi gw traveling ke negara-negara idaman gw yang udah lama banget gw impikan, mimpi gw juga mengunjungin beberapa laut+pantai terbaik di indonesia. here they are :
1. PARIS - France
2. Rome - Italy
3. Mecca - Saudy Arabia
4. Dubai
kalo ditanya kenapa pengen ke empat tempat itu, banyak banget alesannya.
1. PARIS--> terilhami pengen banget kesana gara-gara nntn film Eifel i'm in love, dan tambah pengen lagi gara-gara nntn lost in love. paris tuh indah, paris tuh romantis, paris tuh amazing. banyak banget kisah2/ cerita2 romantis yang bagus banget lahir di kota tersebut, di negara Perancis. dan itu menambah deretan alesan gw mau ke paris. gw sekarang alhamdulillah kuliah jurusan sastra perancis. insya Allah pas lulus udah lancar bahasa perancis. kalau dimana2 org ngambil sastra perancis pengen jadi dubes, tourism guide, kerja di fashion magz disana, pengen lanjut sekolah disana, gw simple aja. gw pengen jadi penulis di paris, gw pengen nerbitin buku bahasa perancis yang dijual disana dan di indonesia pastinya. penulis, simple but really need hard work. siapa bilang nulis tuh gampang? susah, idenya suka dateng mood-mood tan.
2. ROME ---> Lizzie McGuire the Movie, film ini bikin gw jatuh cinta sama rome. kalo ke Paris gw mau jadi penulis, kalo ke Rome pengen makan + jalan-jalan. beberapa minggu aja di Rome, mungkin sesuatu yang sangat indaaah banget. makan? iyalah, ITALY. PASTA!!! gw suka hal yang berhubungan dengan pasta + cheese. jadi udah pasti italy target numero uno. daaan, gw suka dengan arsitektuk di rome. bukan modern, tapi sejarah tiap bangunannya tuh ada. pasti asik banget belajar sejarah disana. one place i must visit when in rome is trevi fountain. yeah, air mancur yang cukup besar, dan biasanya orang make a wish disana dengan lempar koin. here's the picture of trevi fountain..
3. MECCA --> of course this one is a MUST. I'm a Muslim, i need and must to go there. mekah, Ka'bah rumah Allah, kita sebagai umat-Nya yang mampu kenapa tidak mengunjungi rumah-Nya yang amat indah. setiap tahun beribu-ribu umat muslim datang kesana, suatu hari nanti gw mesti harus jadi satu dari beribu-ribu manusia yang sedang tawaf mengelilingi ka'bah, insya Allah. AMIN
4. DUBAI ---> dubai, kota yang bangunannya wiiiiiih keren semua. dubai lagi keren-kerennya dalam arsitektur bangunan. kayaknya, gak ada habisnya tuh orang dubai bikin sesuatu yang negara lain / kota lain gak punya. rencana pembangunannnya tuh gak ada abis nya. dubai yang tadinya gw gak tau itu apaan, sekarang gw tau sebagai tempat yang mewah.
1. PARIS - France
2. Rome - Italy
3. Mecca - Saudy Arabia
4. Dubai
kalo ditanya kenapa pengen ke empat tempat itu, banyak banget alesannya.
1. PARIS--> terilhami pengen banget kesana gara-gara nntn film Eifel i'm in love, dan tambah pengen lagi gara-gara nntn lost in love. paris tuh indah, paris tuh romantis, paris tuh amazing. banyak banget kisah2/ cerita2 romantis yang bagus banget lahir di kota tersebut, di negara Perancis. dan itu menambah deretan alesan gw mau ke paris. gw sekarang alhamdulillah kuliah jurusan sastra perancis. insya Allah pas lulus udah lancar bahasa perancis. kalau dimana2 org ngambil sastra perancis pengen jadi dubes, tourism guide, kerja di fashion magz disana, pengen lanjut sekolah disana, gw simple aja. gw pengen jadi penulis di paris, gw pengen nerbitin buku bahasa perancis yang dijual disana dan di indonesia pastinya. penulis, simple but really need hard work. siapa bilang nulis tuh gampang? susah, idenya suka dateng mood-mood tan.
2. ROME ---> Lizzie McGuire the Movie, film ini bikin gw jatuh cinta sama rome. kalo ke Paris gw mau jadi penulis, kalo ke Rome pengen makan + jalan-jalan. beberapa minggu aja di Rome, mungkin sesuatu yang sangat indaaah banget. makan? iyalah, ITALY. PASTA!!! gw suka hal yang berhubungan dengan pasta + cheese. jadi udah pasti italy target numero uno. daaan, gw suka dengan arsitektuk di rome. bukan modern, tapi sejarah tiap bangunannya tuh ada. pasti asik banget belajar sejarah disana. one place i must visit when in rome is trevi fountain. yeah, air mancur yang cukup besar, dan biasanya orang make a wish disana dengan lempar koin. here's the picture of trevi fountain..
3. MECCA --> of course this one is a MUST. I'm a Muslim, i need and must to go there. mekah, Ka'bah rumah Allah, kita sebagai umat-Nya yang mampu kenapa tidak mengunjungi rumah-Nya yang amat indah. setiap tahun beribu-ribu umat muslim datang kesana, suatu hari nanti gw mesti harus jadi satu dari beribu-ribu manusia yang sedang tawaf mengelilingi ka'bah, insya Allah. AMIN
4. DUBAI ---> dubai, kota yang bangunannya wiiiiiih keren semua. dubai lagi keren-kerennya dalam arsitektur bangunan. kayaknya, gak ada habisnya tuh orang dubai bikin sesuatu yang negara lain / kota lain gak punya. rencana pembangunannnya tuh gak ada abis nya. dubai yang tadinya gw gak tau itu apaan, sekarang gw tau sebagai tempat yang mewah.
the atlantis hotel - dubai
yang ini taulah, namanya dubai tower kan yah? hahaha, gw agak lupa namanya apa
hmmm kalau yang laut-laut di indonesia, ada banyaaaaak banget yang bagus. mungkin nnti di postnya, selanjutnya. dan gw pengen kesana with my own money, not from my parents money. those are my dreams, kenapa mesti nyusahin orang tua lagi buat wujudin impian kita? what i must to do now is focus on study. AND DON'T STOP DREAMING. who knows, someday one of my dream and our dreams come true. or all our dreams come true. AMIN :D
Wednesday, September 15, 2010
Belle's love
Smart, beauty, rich, 3 things I can say about her. One thing that she doesn’t have is perfect love. She is the famous girl in my collage. Her name is Belle. Look, Belle, means beauty. Every boys in my collage having crush with her. Tetapi dia selalu nolak cowo-cowo yang jatuh cinta dengannya. Why? She already has someone. But, they’re never being a couple. No one knows who that lucky boy is. Does he handsome, rich?? No one knows it. It’s her secret. Gak sedikit yang bilang Belle cuman suka sama cowo yang sempurna, yang jelas gak dimilikin sama cowo-cowo di kampus. Dan gak sedikit yang bilang cowo yang Belle taksir itu cuman khayalannya dia saja.
My name….hmm you don’t have to know who am I. I just want to telling you story about her, Belle the it girl. Kalo kalian dateng ke kampus, dan merasa aneh dengan kondisi kampus yang di dominasi lelaki, kalian mesti memaklumi. Dari 100% mahasiswa disini, mahasiswi hanya 30%, dan yang cantik yaa cuman 5%, salah satu nya itu Belle. Sisa dari 5%, rata-rata udah punya pacar. Jadi, Belle adalah target paling enak untuk dijadiin pacar.
“Bel,plis jadi pacar gw ya.”
“Jadi pacar gw aja, gw lebih pinter dari dia.”
“Gw lebih cakep, Bel.”
“Gw lebih kaya, Bel.”
Yaa setiap Belle lagi nganggur sendirian di kantin atau gak di perpus, adaaaa aja cowo yang nyamperin dia sambil ngomong itu. Reaksi Belle hanya…
“Sorry, gw suka yang lain.”
Dan reaksi cowo yang mendengarnya..
“SIAPA??? GW KAN?”
Padahal jelas-jelas Belle bilang cowo lain, yang pasti bukan dia. Tapi tetep, mereka ngarepin itu diri nya sendiri. Walaupun udah di tolak berkali-kali, cowo-cowo di kampus gak pernah patah semangat untuk mendapatkan Belle. Dari ngasih bunga, coklat, tiket konser, tiket keliling Eropa, ngasih makan siang, ngirim surat cinta, bikini lagu, film documenter, dan hal absurd lainnya. Piker dong, tiket keliling Eropa? Dan ditolak sama Belle, sakit hati gak sih? hahhaha, itu lah kelakuan lelaki di kampus.
Gw anak jurnalistik kampus, dan pada suatu kesempatan dapat tugas mencari tau siapa sih cowo yang disukain sama Belle. Secakep apa sih, sampe-sampe dia nolak seluruh cowo di kampus? Gw ngikutin dia dari pulang kampus. Hari itu rute pulang dia itu, kampus, toko buku, toko buah, rumah sakit, dan rumahnya. Keesokan harinya, rute yang sama juga. 3 hari gw ngikutin dia diem-diem, ternyata rute dia sama semua. Dan gw penasaran, ngapain dia ke rumah sakit? Siapa yang sakit.
Gw sempet ketauan ngikutin dia, pas hari ke empat mau nigkutin, tiba-tiba dia nyamper mobil gw. Dia ngetok jendela mobil gw, mukanya kesel. Upppss, ketauan.
“Lo ngikutin gw?!”
“Gw cuman mau ngeliput kegiatan lo kok, Bel.”
“Gw gak mau diliput, gw bukan artis. Stop following me, okay!!”
Dan Belle pergi menuju mobilnya. Gw bukan jurnalis yang nurut apa kata orang yang jadi narasumber gw. Gw cuman ngikutin, gak ngeganggu kegiatan dia. Dan hari itu juga, gw tetep ngikutin dia. Tapi gak cuman ngikutin, setelah dia pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, gw survey ke tempat yang dia tadi mampirin. Tempat pertama yang gw survey, book store.
Gw muter-muter ke dalam toko buku tersebut, berharap menemukan sesuatu yang mencurigakan. Tapi gak ada. Otak detektif gw muncul, gw bertanya sama yang jaga toko buku tersebut.
“Bisa dibantu?”
“Gini mas, teman saya hampir setiap hari kesini. Saya bingung dia beli apa disni.”
“Siapa nama temannya? Mungkin pelanggan disini.”
“Namanya Belle.”
“Oohh, iya mba. Mba Bell memang sering kesini. Bahkan hampir setiap hari. Dia pelanggan tetap toko buku ini.”
“Dia ngapain yah mas? Nyari buku buat kuliah?”
“Bukan mba. Dia selalu membeli novel fiksi dari luar negri.”
Tiap hari beli buku import? Buat apa? Itu pertanyaan yang terlintas di otak gw saat itu. Abis selesai survey di toko buku, I’m heading to fruit shop. Gw Tanya ke abang-abang yang jualan. Katanya Belle itu selalu beli buah raspberry yang jelas jarang banget ada di kota ini. Kalo menurut info abangnya, raspberry yang di jualnya khusus di jual buat Belle. Wow, makin penasaran kan?
Hari itu udah larut, jadi gw tunda untuk survey ke rumah sakit. Di rumah gw mencari info, penyakit apa yang identik dengan buah raspberry. Dan gw menemukan sesuatu, ginjal. First suggestion, orang yang ditemuin Belle di rumah sakit itu sakit ginjal, oleh karena itu Belle selalu bawain raspberry. Tapi apa ada hubungannya sama cowo yang ditaksir dia?
“Mungkin ada keluarganya yang sakit ginjal.”
Itu ucap salah satu teman gw di jurnalis. Kalo keluarganya yang sakit, berarti gw gak bakal dapet info dong tentang cowo yang ditaksir Belle. Kasian cowo kampus yang penasaran dan berharap banyak sama dia. Hari itu juga gw melanjutkan pencarian, hmm lebih tepat pengintaian. Gw ke rumah sakit, dan Belle juga ke rumah sakit. Gw papas an sama dia di lobby rumah sakit.
“Lo masih ngikutin gw?!”
Gw liat bawaan nya, sama seperti biasa. Buku import yang masih disegel, dan sekantong raspberry.
“Ngapain lo liat-liat bawaan gw?!”
“Ehh, enggak. Gw mau jenguk keluarga gw yang sakit disini. Lo ngapain disini?”
“Jenguk orang sakit lah!!”
Ini salah satu sifat buruk dari Belle. She’s not humble nor friendly. Belle langsung masuk ke dalam rumah sakit. Gw ngikutin dari jauh. Dia naik lift ke lantai 3. Lantai 3 itu VIP room, rawat inap. Orang kaya berarti, kemungkinan besar keluarganya.
Gw nunggu di lobby sampai Belle pulang. Dan setelah dia pulang tanpa ngeliat gw, gw langsung naik ke lantai 3. Belle cukup sebentar kalo menjenguk, gak nyampe 1 jam.
“Sus, saya mau tanya. Apa di ruang VIP ada pasien yang sakit ginjal? Hmm itu mungkin teman saya.”
“Ooh, bentar ya saya check dulu.”
Beberapa menit kemudian.
“Oh iya ada. Apa teman anda bernama Ed? Edward?”
Edward? Laki-laki. Bisa keluarganya, bisa juga cowo itu.
“Oh iya benar sus. Itu teman saya.”
“Ruangan 304.”
Gw menuju ruangan tersebut. Gw gak masuk, cuman ngintip dari jendela yang ada di pintu. Gw cukup bisa melihat orangnya. Laki-laki, kacamata, dan diinfus. Terlihat kurus. Di meja di samping kasurnya, ada tumpukan buku fiksi import dan satu nampan isi raspberry. Ini orangnya!! Gw gak masuk, gak ada keperluan. Gw pulang. Gw mencatat semua prospek hari ini.
Kalau dari wajah, gak ada mirip-miripnya dengan Belle. Dan keesokan harinya setelah gw check, ternyata Belle gak punya sodara laki-laki. Second suggestion, Ed is him. Belle naksir sama nerd?? Ed sama sekali jauh dari perkiraan gw tentang cowo yang ditaksir Belle. Dia keliatan kuper, gak terlalu cakep, liat dong bacaannya!! Buku. Masih banyak cowo yang lebih oke di kampus. Tapi kenapa?
“Bell!!”
“Lo lagi!! Mau lo apa??? Mau ngikutin gw lagi?!”
“Kenal Ed? Edward? Sakit ginjal, dirawat di VIP room 304?”
Belle tampak terkejut dengan apa yang omongin ke dia. Keliatan banget dia shock, rahasia yang ia simpan selama ini gw ketahui. Jelas, Ed bukan keluarganya. Kenapa dia mesti kaget kalo memang Ed salah satu keluarganya.
Belle ngajak gw ke rumah sakit. Gw diajak masuk ke ruang 304, ketemu Ed. Dan pas gw dateng, dia lagi asik baca buku fiksi yang dikasih Belle sambil ngemil raspberry. Belle ngomong bentar dengan Ed. Jelas terlihat Belle really love him. But him? He looks not interested with her. After little talk with Ed, Belle narik gw keluar ruangan.
“Dia sakit ginjal kronis. Umurnya bentar lagi. I love him, he’s the one that I love. Tapi semenjak dokter memfonis umurnya gak panjang, dia gak mau gw dateng jenguk dia. Dia gak mau lagi liat gw.”
“Hah? Kenapa?”
“Dia bentar lagi pergi, dan dia gak mau orang sekitarnya dia kehilangan. Lebih baik dia gak ketemu lagi sama orang-orang yang dia sayang, supaya mereka gak merasa kehilangan.”
“Tapi, kenapa dengan buku yang lo beli itu??”
“Itu doang yang bisa jadi alesan gw ketemu dia. Sebelum….”
Ed dan Bell sempet jadian sekitar 3 bulan, tapi kemudian Ed mutusin Bell gara-gara penyakitnya. Ed sebelum pergi untuk selama-lamanya, dia mau membaca buku sebanyak mungkin. Sampai otaknya full. Ed emang bukan orang cakep, orang yang rupawan, bukan yang sempurna.
“Cowo-cowo yang dikampus selalu menjadi orang lain. Kenapa mereka gak jadi diri mereka sendiri?”
“Tapi Ed…”
“Yeah he’s nerd man, so what? He loves me for who I am. Not because what he see, but because what he feel.”
Semakin Ed melarang Belle jenguk, semakin besar tekad Belle untuk bertemu. Tapi semuanya berhenti. Belle berhenti ke toko buku, berhenti mesen raspberry, berhenti ke rumah sakit. 31 Desember, jam 11.45, beberapa menit lagi menjelang tahun baru, Ed meninggal dunia.
Semenjak itu, Belle gak pernah lagi ke kampus. Semenjak Belle gak ada, para lelaki di kampus seperti hilang semangat kuliah. Belle pindah rumah, keluar dari kota ini. Sampai sekarang gw gak tau dia dimana. Kisahnya Ed dan Belle gw terbitin di surat kabar kampus, dan banyak yang mikir Belle gak sanggup hidup tanpa Ed. Oleh karena itu dia menghilang.
Fenomena si cantik Belle di kampus menjadi legenda. Cerita yang gw terbitin pun seperti kisah menarik yang harus di ceritain kepada mahasiswa-mahasiswi baru setiap tahun. Inti dari kisah Belle adalah kekuatan cinta. Ed yang jauh dari sempurna, mendapat cinta penuh dari Belle. Pria yang nyaris sempurna yang mengejar Belle, tak dapat meruntuhkan cintanya Belle ke Ed.
Darah garuda - merah putih 2
yesterday i watched this movie. i think this movie is boring, but but but after i watched it, waow!! AWESOME! indonesia really great make action movie i just relize it.
gw gak nonton yang pertama, tapi certinya masih kebaca. inti ceritanya sih meraih kemerdekaan indonesia pas penjajahan belanda. yang patut di banggakan dari film ini efek dan ceritnya. denger-denger sih yang bikin efeknya itu emang dari hollywood yang emang ahli di bidangnya. seharusnya film-film indonesia tuh kayak gini, bagus, mendidik, sarat makna dan pesan. gak kayak film-film indonesia yang lain.
REALLY RECOMMENDED!!
photos from the movie :
forever and always 2 : P.6
PART 6
ENEMY NO.1 IS HER!!
Kok dia ada di sini? Gw shock dengan apa yang gw liat. Bukannya dia….
“Rybak? What are doing here? In Paris.”
“Watch this orchestra. Not surprise if I watch orch, you? Really? Watching orchestra?”
Alexander Rybak, artist, singer, violin master, and Tyas’s boyfriend here in front of me. Gw agak shock dengan yang gw liat. Dunia tuh besar, kok bisa ketemu Rybak di Paris.
“It’s my first time and I kinda like it. My friend on piano on this orchestra.”
“Oh really? Wow, awesome.”
“Are you alone here? Hmm not with tyas?”
“Tyas here, with your other friends. But they shopping maniac.”
They here? Vera, Tyas, Ayu, di Paris??? Hmm ternyata ini surprisenya. Sayang banget Rybak ngasih tau, jadi kalo gw ketemu mereka gak kaget lagi. Pada akhirnya gw ngobrol bersama Rybak. Rybak ngajak gw buat kenalan sama kondektur nya. Yang buat orchestra ini. Seharusnya yang ngenalin gw sama man behind this orchestra tuh William, bukan Rybak.
“Oh, you’re Alexander Rybak. My pleasure to meet you here.”
Ucap bapak conductor nya pas Rybak ngenalin diri. Gw juga ngenalin diri, tapi kayaknya dia gak se-pleasure pas kenalan sama Rybak. Iyalah Lovi, lo bukan musisi terkenal. Hahahaha.
“So, you’re interested with orchestra?”
“Yeah, 100 persen. But I can play that instrument. I’m not a musician.”
“You don’t have to be a musician to play instrument. You just need… yes?”
Pak konduktor ada keperluan lain, jadi dia gak nyelesein omongannya ke gw. What I just need? Suatu rahasia sepertinya. Rybak dan gw berkeliling ke para pemain di orchestra tadi. Rata-rata pada kenal Ryak, dan beberapa orang bertanya kenapa dia gak bersama Tyas. Tyas? Wahaha, terkenal dia ternyata.
“Lovina. I’m looking for you.”
William akhirnya berdiri di samping gw, setelah dari tadi menghilang bersama Sopie yang kegatelan itu. Bagusnya lagi, Sopie gak ada tuh di dekatnya. Bagus deh.
“Hmm, Rybak this is William, the pianist. William this is Rybak.”
“My pleasure to meet you. Your play is really good.”
“My pleasure too. Thanks, maybe you can join this orchestra. You’re good violin.”
Salah kayaknya gw ngenalin mereka berdua. Mereka jadi ngomongin musik mulu. Alhasil gw dikacangin. Kenapa hari ini gw selalu jadi kacang kesepian. Disela perbincangannya dengan William, Rybak mendapat telfon. Setelah halo, dia malah ngasih hpnya ke gw. Gw yang ngomong?
“Halo?”
“Who’s this? Why you with Rybak?”
This voice, definitely Tyas. Dih cemburuan banget dia. Kerjain aaah.
“I’m his girlfriend. Who’s this?”
“You what??? I’m Rybak girl friend. Don’t play with me.”
“I’m not playing at you. I’ve prove Rybak is my boy, wanna look? Meet me at…”
Yeah, pas ketemuan pasti dia yang kaget kenapa gw bisa ketemu Rybak.
“Okay, tomorrow at that place at 8 PM. I’m not afraid of you!!”
Telefon terputus. Hahaha, kasian Tyas gw kerjain. Lagian dia gak bilang ada di Paris. Dari 2 hari yang lalu. Diih tau gitu gw jalan-jalan sama mereka aja deh, daripada sama Sopie.
“Lovina, William, sorry I gotta go. See you later.”
Rybak pamit, yaa emang malem sih. William menawarkan untuk nganter gw pulang. Gw gak nolak lah. Waktu gw buat bersama William ilang gara-gara Sopie yang sok kenal, dan kegatelan itu. Mentang-mentang gak ada Yuri bisa seenaknya. William ngambil beberapa barang di backstage. Pas balik-balik, ada Sopie yang ngegandeng dia. Aaahhh!! Tuh orang yah, bikin emosi, bikin dendam membara.
Willy nganter pake mobilnya. Dan pasti udah ketebak yah, Sopie duduk di depan dengan kecentilannya, gw duduk di belakang menjadi kacang yang sebatang kara lagi. Hp gw geter, gw check siapa yang nelfon, Yuri. Kalo gw jadi orang jahat, gw bakal memprofokatorin hubungan mereka. Tapi sayang gw itu kayak angel, not devil.
“Dimana? Bisa ketemu gw dulu gak, di resto gak jauh dari hotel.”
“Oh yaudah, gw di jalan. Ntar langsung gw samper.”
Tumben Yuri ngajak ketemuan, ngomongnya baik-baik pula. Ada apa gerangan? Aaahhh mungkin ngasih gw kado ulang tahun. Yaa secara dia dari pagi belom ngasih selamat ke gw. Dia emang deh, selalu telat ngasih selamat kalo gw ulang tahun.
“Siapa Lov?”
Tanya Willaim. Sopie juga ikut-ikutan nanya hal yang sama. Kalo gw bilang Yuri yang nelfon, pasti William langsung nanya Yuri siapa. Gimana yah ekspresinya Sopie. Penasaran.
“Yuri. Lo kenal gak sih?”
“Hah? Yuri? Enggak deh.”
“Kalo gak kenal, kenalin dong Sof. Biar gak terjadi…. Hmmm….”
“Terjadi apa Lov? Yuri siapa Sof?”
Lihat, betapa angel nya gw. Tampang Sopie kalo dilihat dari kaca spion, gelisah, kebingungan. Ternyata dari tadi lo berduan sama William gak bilang kalo lo udah jadian? Apa bilangnya masih single?
“Terjadi apa sih Lov maksudnya? Hmm, Yuri tuh temen SMA nya Lovi, Will.”
“Gak tau deh, Sof, terjadi apa. Iya Wil, Yuri emang teman SMA gw. Dia boss gw juga.”
“Wah, enak banget boss nya temen SMA lo. Pasti seru.”
Kalo gw pikir-pikir, jahat gw yah. Ah bodo amat,lah cewenya kegatelan.
“Willy..”
Apa??!! Sopie manggil William apa? WILLY? HEH!! Itu panggilan akrab gw sama anak-anak bimbel doang ya!! Sok akrab!!
“Willy, kamu kenal sama hmm Rifky? Kalo gak kenal tanya Lovina aja.”
Wah,wah, bales dendam nih cewe. Oke, mulai sekarang, gak ada akrab-akraban antar kita berdua ya Sopie. You’re my zero suspects!! ENEMY NUMBER ONE.
“Kenal lah. Rifky kan pacanya Lovina. Masih kan Lov?”
Hah!!!! Liat tuh Sop!! Gw sih gak ngerahasiain status gw, gak kayak lo. Tapi, bentar, kayaknya gw gak pernah cerita sama dia.
“Masih masih.”
“Gw liat di status FB lo, hahaha. Yaah sudah sampe..”
Status FB? Sopie langsung senyum-senyum licik. Lo ngerasa menang hah? Setidaknya gw gak keeping secret, sorry gak kayak lo. Sopie cipika-cipiki sama William sebelum dia turun. Dan mereka melakukan itu di depan mata gw. Arrggghh, makin kesel gw sama tuh cewe.
“Thanks for the ride, Will.”
“Wait!!”
William nahan gw pas gw baru buka pintu. Mulai sekarang, gak ada lagi manggil dia Willy. Males!! Gara-gara Sopie nih semuanya.
“Does she do that to every man?”
“I think just you.”
Kayaknya William gak suka deh dengan perlakuan Sopie yang kelewat kecentilan. Hahaha, 2-0 Sop!!
“Ooohh, funny girl. Bye, Lov.”
FUNNY GIRL? Tebakan gw salah. Dia seneng aja digituin sama Sopie. Aarrrgghh kedudukan jadi 1-1 kan!! Setelah turun, dan mobilnya William pergi, gw langsung berjalan kaki menuju restorant yang dimaksud Yuri. Dan ternyata cuman kedai kopi. Pakaian gw kayaknya terlalu mewah untuk pergi ke kedai kopi. Yuri ngetawain gw pas gw nyampe. Apanya yang lucu hah!!!
“Sorry sorry. Cantik kok Lov.”
“Oke, merci. Ngapain lo minta gw kesini? Ada apa?”
Setelah gw duduk, Yuri tiba-tiba narik tangan kiri gw. Ngeliatin gelang yang gw pake. Gelang yang dia kasih.
“Ya iyalah masih gw pake. Tapi cuman buat beberapa acara doang, gak tiap hari. Gak usah kege-er-an.”
“Hahahaha, jaman SMA banget yah Lov. Oke gak usah flashback, gini loh maksud gw ngajak lo ke sini.”
Yuri mengambil sesuatu di kantong celananya. Mengeluarkannya, dan menaruhnya di meja. Kotak kecil, berbahan berudu warna hitam. Yuri membukanya. CINCIN!!!!
“Buat gw ya? Kadonya bagus banget Yur. Makasih banget.”
Pas gw mau ngambil tuh cincin, Yuri ngambilnya duluan dan menutupnya. Kotak tersebut di taruh di deketnya.
“Bukan buat lo, Lov. Buat Sopie. Gw mau ngelamar dia, besok, di eifel.”
Mau ngapain? Ngelamar? Gw gak salah denger? Heh, cewe lo tuh abis kegatelan sama William!!!
“Tapi gw masih hmm, masih belom hmm….”
“Masih belom yakin, dia pantes gak buat lo?”
“Woy, bukan itu. Itu sih gw yakin-yakin aja. Gw masih belom tau ngelamarnya gimana. Gw minta bantuan lo deh ya ngarang kata-katanya gimana.”
Tiba-tiba gw ngerasa kasian sama nih bocah. Dia kayaknya serius banget sama Sopie, tapi Sopienya…. Gak yakin gw dia se-serius Yuri ke dia. Pengen banget gw kasih tau gimana Sopie ke William, tapi jangan deh. Ntar gw dikira perusak hubungan orang.
“Gampanglah, you’re on knee and say ‘will you marry me?’ selesai kan perkara.”
“Terlalu biasa banget. Gw pengen yang bisa mengenang, yang gak bisa terlupakan.”
Heh, lo ngelamar di Paris, di menara Eifel itu udah cukup mengenang.
“Pengennya gimana? Berenang ke tengah laut, baru balik kalo dia nerima lo? Oohh itu beda yah. Itu lo minta maaf ke gw yah Yur, hahaha.”
“Nah yang kayak gitu lah. Itukan jadi bersejarah banget.”
“Lo bisa melakukan hal bersejarah kayaknya cuman ke gw deh Yur. Itu yang pertama, ditonjok Rayan yang kedua, terus hal lain yang bersejarah kalo menurut gw yah, ngasih kado yang mungkin bakal jarang gw dapetin. Di Melbourne, inget.”
“Ice skiting, on real lake.”
“Hmm kayak Giri ajah, nyanyi sambil main piano. Dia ngasih kado ke gw kayak gitu. Itu cukup mengenang banget.”
“Iya, di eifel mana ada alat musik. Oohh, gw bawa gitar aja ya.”
“Boleh juga.”
“Tapi gw gak punya gitar. Beli aja kali yah. Besok lo temenin gw beli gitar.”
Dikeadaan ini gw merasa kasian sama Yuri. Gak tau kasian kenapa. Mungkin karena gw ngeliat kelakuan Sopie di belakang Yuri, jadinya gw ngerasa kayak gini yah. Tapi mungkin aja, Sopie cuman main-main aja sama William. Gak ada maksud sama sekali mainin perasaan Yuri. Tapi, gw memandang itu beda. Gak wajar aja, baru kenal tapi udah kayak gitu. Dan dan dan Sopie gak cerita dia udah jadian.
Tapi kenapa Yuri mau ngelamar pas mereka lagi berantem? Apa kalo dia pacaran kayak gini yah? Lagi berantem tiba-tiba ngajak nikah. Aduh serem. Alhamdulillah gw gak jadian sama Yuri. Hahaha.
“Sofie orang pertama yang gw lamar, Lov. Jadi semuanya mesti special. Udah waktunya gw ngebahagian seseorang dihidup gw. Gw percaya dia yang terbaik buat gw. Gw sayang banget Lov sama Sosie. She’s the best, she’s the one. Even she’s not perfect.”
Yuri, seandainya lo ngeliat kelakuan Sopie tadi sama William, mungkin lo gak bakal ngomong ini ke gw. She’s not perfect, but she’s can be, if she wants.
(bersambung lagi....)
Monday, September 13, 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)











